Tuesday, November 20, 2018

Keliling Bandung

Hari jumat sore, sekitar jam 3 sore pas di Kantor tiba-tiba kepikiran buat ajak adik yang lagi liburan semester untuk liburan. Iseng buka aplikasi KAI Access dan pesan 2 tiket KA ke Bandung hari Sabtu jam 7 pagi, cuma 80.000,- karena masih promo kalau pemesanan via aplikasi. Pas pulang kerja jam 16.30 mau bayar kok udah hangus, telfonlah ke Call center KA, ga tau sama sekali kalau batas pembayaran itu hanya 1 jam haha jujur ini kali pertama buat reservasi tiket sendiri. Buru-buru pesen lagi ternyata sisa jam 10 pagi dan pas banget 2 kursi. Alhamdulillah rezeki ga ke mana.
Sampai di Bandung sekitar pukul 1 siang, dijemput uwa, makan siang lalu di drop di Cihampelas karena uwa masih ada pekerjaan. Akhirnya keliling Cihampelas Walk dan Jembatan Cihampelas, ujung-ujungnya cuma beli lipstik yang lagi promo dari harga 45.000 jadi 23.000 haha karena bingung gak tau mau ngapain. Karena anakny ga suka belanja, eh ga suka sama ga ada uang beda tipis sih :D

Scrolling play store dan nemu aplikasi angkot Bandung, selesai diunduh langsung kami dengan polosnya ngikutin rute angkot yang disarankan dan taraaaa alhamdulillah sampai juga akhirnya. Keliling ITB kampus impian sejak kecil, ternyata ITB luas juga ya lumayan kalau dikelilingin. 

Saya bergegas mencari Program studi Lingkungan serta program studi Kimia lalu mengambil berberapa foto di sana, tiba-tiba jadi keingatan jaman SMA dari SNMPTN undangan dan SBMPTN selalu milih ITB tapi ga lolos, mungkin rezeki buat kuliah di sini bukan sekarang tapi nanti, aamiin.
Sebelum pulang solat dan makan dulu di kantin Mesjid Salman ITB, salah satu mesjid favorit nih, atmosfernya adem banget bikin tenang.
Hari sudah beranjak malam, buka aplikasi angkot Bandung karena mau ke Bandung Planning Gallery, ternyata pas sampai sana sudah tutup, yasudah kami hanya duduk di Taman Sejarah sambil menikmati es krim durian dan menunggu hingga adzan magrib tiba.

Setelah solat magrib kami mencari angkot untuk pulang ke rumah uwak, dengan penuh sok tahu. Tapi ternyata nyasar karena kami malah ke arah sebaliknya haha (ini sih karena terlalu pede ga pakai nanya ke mamang angkotnya dulu), yaudah deh turun angkot jalan kaki menyusuri jalanan bingung mau ke mana, tiba-tiba HP ku berbunyi, ternyata uwa menelfon untuk menanyakan keberadaan kami. Lalu kami dijemput dan diajak pulang. Ya gagal deh jadi ala-ala backpackeran, ga apa-apa lah yang penting senang :).

Salam, 
Tazkiaqzh

Friday, September 7, 2018

Wonderful Belitung

Siapa sih yang gak tau film Laskar Pelangi, yang memanjakan mata kita dengan keindahan pulau Belitung, maka dari itu saya dan keluarga menghabiskan waktu 4 hari di Belitung pada liburan akhir tahun. Perjalanan kurang lebih 45 menit menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, di bandara H.A.S. Hanandjoeddin kami dijemput oleh pemandu wisata, diantarkan menuju hotel di Tanjung Pendam dan diajak berkeliling kota Belitung sesuai itinerary yang mereka siapkan.

Hari pertama :
Kami diajak mengunjungi pantai laskar pelangi, katanya di sini menjadi lokasi syuting film laskar pelangi, wah saya jadi kebayang ketika laskar pelangi bermain di pantai ini.

1. Pantai Tanjung Tinggi

 Pantai Tanjung Tinggi atau Pantai Laskar Pelangi


sumber : kapanlagi.com

Masya Allah, pemandangan di sini sungguh indah, saya paling suka warna airnya indah sekali dan pasirnya pun lembut. FYI saya punya pasir dari pantai ini loh yang saya simpan di dalam toples kaca, tidak sengaja ketika mencuci pakaian sehabis dari pantai ini ternyata banyak pasir di dalam baju saya haha oleh-oleh tak terduga. 

2. Pantai Tanjung Kelayang
Destinasi kedua yaitu pantai Tanjung Kelayang, di sini terdapat tulisan welcome to Belitung. Cuaca di Belitung cukup panas dan terik jadi jangan lupa pakai tabir surya dan topi pantai ya.

Pantai Tanjung Kelayang

ini bagian favorit ayah saya dan kami sekeluarga juga sih hehe, yaitu wisata kuliner, menu wajib yang harus dicobain kalau ke Belitung yaitu gangan, sup ikan khas Belitung dengan kuah kuning, rasanya pengen nambah terus. Gangan ini bisa ditemui di rumah makan di sekitar Pantai


Hari Kedua:
Nah di hari kedua ini, awalnya sesuai itinerary kami akan mengunjungi hutan tarsius di Kawasan Batu Mentas, Manggar, Belitung Timur, tapi ternyata hujan turun dengan sangat deras kami pun membatalkan niat kami ke sana. Seperti yang saya kutip dari visit Bangka Belitung. Tarsius di Pulau Belitung disebut dengan Pelile’an.Tarsius merupakan salah satu primate terkecil dengan berat kurang dari 150 gram. Sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia dan merupakan binatang nocturnal. 
sumber : bbc.com

3. Replika SD Muhammadiyah 

akhirnya kami diajak ke Gantung,mengunjungi replika SD Muhammadiyah, katanya kalau yang aslinya bukan di sini. Kita diajak bernostalgia mengingat film laskar pelangi, saya paling suka berada di sini.

4. Museum Kata Andrea Hirata
selepas dari replika SD Muhammadiyah, kami pergi ke Museum Kata Andrea Hirata, karena terlalu banyak foto yang bagus, jadi saya putuskan untuk memisahkannya di post yang lain, bisa dilihat di sini Museum Kata Andrea Hirata

Hari ketiga :
5. Pulau Lengkuas
Rencananya kami hendak snorkeling di pulau Lengkuas, kami sudah memesan kapal nelayan dari tanjung Kelayang dengan biaya sewa kalau tidak salah Rp.500.000/kapal, tapi ternyata hujan turun dan ombak sangat tidak bersahabat, kami pun terpaksa membatalkan rencana kami dan membayar biaya kompensasi kepada nelayan karena tidak jadi menggunakan jasa mereka. Kami awalnya memesan kapal ini dengan bantuan pemandu wisata, tetapi mereka tidak menarik harga jasa kok karena ini terpisah, karena kami hanya memakai jasa sewa mobil dan pemandu wisata. Kalau untuk masuk dan fasilitas di tempat wisata kami membayar sendiri.

sumber : panduanwisata.id

sebagus itu memang sayangnya saya tidak bisa ke sana :( dan semoga suatu hari bisa berkesempatan balik ke Belitung dan snorkeling di sana. Karena pulau Lengkuas terkenal dengan keanekaragaman biota laut dan airnya sangat jernih :)

6. Rumah Adat Belitung
Akhirnya kami mengunjungi rumah adat Belitung di Tanjung Pandan, persis di samping kantor bupati Belitung. Isi dari museum ini adalah tentang kebudayaan Belitung (pakaian adat, makanan dll), foto-foto  Belitung pada zaman dahulu  yang akan membuat kita bernostalgia bersama-sama.
      





7. Museum Tanjung Pandan
sebelum pulang ke hotel, kami mengunjungi museum Tanjung Pandan, awalnya bernama museum geologi, maka museum ini berisikan berbagai jenis batu salah satunya meteor batu satam dan ada diorama penambangan timah, memang Belitung dikenal pada zaman dahulu sebagai pertambangan timah, di belakang museum, ada kebun binatangnya loh, salah satu isinya sih buaya yang ikut ambil bagian pada film laskar pelangi, kalau yang pernah menonton film laskar pelangi pasti tahu :) di bagian mana buaya ini muncul hehe. ada juga tupai selat nasik yang warna tubuhnya hitam dan merah, sangat unik. 
malam hari, kami mampir ke rumah makan yang terkenal di sini untuk mencicipi mie Belitung, saya tidak sempat memfotonya karena batre kamera dan hape saya habis :)
sumber : pegipegi.com

mie belitung ini khas karena kuah kari yang kental dan gurih disertai tumbukan cabe rawit bagi yang suka pedas, rasanya sungguh bikin kangen.

Hari keempat :
Yups ini hari terakhir kami di Belitung, sebelum pulang kami menyempatkan ke pantai Tanjung Pendam karena dekat berada di sebelah hotel tempat kami meginap, ini pantai yang terkenal di pusat kota Belitung loh, di sini kita bisa melihat galeri lukisan dan menyewa sepeda untuk berkeliling pantai. Ohya saya sekeluarga menginap di Harlika Jaya Hotel, harganya sangat murah tapi fasilitasnya cukup bagus, nyaman, dekat pantai Tanjung Pendam, terdapat taman yang bisa kita gunakan untuk duduk santai menikmati suasana pantai, jadi sangat saya rekomendasikan. Bisa pesan di sini ya Harlika Jaya Hotel
Begitulah cerita saya ketika berada di Belitung, semoga bisa menjadi referensi bagi yang ingin berlibur ke Belitung.

Salam,
Tazkiaqzh

Monday, September 3, 2018

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017

Jadi pada tanggal 28 Oktober 2017, saya dan kawan-kawan komunitas lain di Bogor Ngariung, dapat undangan dari pihak Istana Bogor untuk menghadiri acara peringatan sumpah pemuda, ini pertama kalinya saya masuk ke Istana.
                                    
Terlihat berberapa bean bag chair nan empuk di halaman Istana yang bisa bikin kita rileks menikmati cuaca kota Bogor saat itu yang agak-agak panas gitu. Ohya selain komunitas juga ada kalangan lain dari mulai tokoh inspiratif, paskibra, pramuka dan juga Putri Indonesia. Saya bertemu dengan ka Anin, Putri Indonesia tahun 2015 dan ka Farhanissa (CMIW) PI kepulauan Sumatera perwakilan dari Sumatera Utara. Para undangan dihibur oleh berberapa artis ibukota seperti Bara Suara, Rizky Fabian dan lain-lain serta dijamu dengan berbagai macam hidangan khas Nusantara 
duh grogi ya dek? hahah
Foto bareng pak Menpora dan diunggah di akun instagram beliau :D
Nah yang terakhir ini ketika kang Robby dari Bogor Ngariung, berbincang dan memberikan buku Bogor Hujan Komunitas (BHK) kepada pak Imam Nahrowi selaku Kemenpora RI. Buku BHK itu adalah buku yang ditulis oleh komunitas yang ada di Bogor Ngariung, jadi isinya tentang sejarah, kegiatan dan kesan mereka sebagai relawan di Komunitas tersebut.
Sekian cerita dari Istana, semoga suatu saat bisa masuk ke Istana lagi :)

Salam,
Tazkiaqzh